SK MATEMATIKAN NUSANTARA

FOTO KETUA MATEMATIKA NUSANTARA dan DAFTAR WILAYAH MATEMATIKA NUSANTARA PROVINSI YANG TERLAH BERGABUNG (20 PROVINSI)

Silaturahmi dan Koordinasi

Topic: Rapat Koordinasi Pengurus MN Pusat, Wilayah dan Daerah Time: Oct 21, 2020 07:30 PM (JAKARTA) - VIA ZOOM

Silaturahmi dan Koordinasi - Foto Mewalikil PENGURUS MN-JATIM

Topic: Rapat Koordinasi Pengurus MN Pusat, Wilayah dan Daerah Time: Oct 21, 2020 07:30 PM (JAKARTA)- VIA ZOOM

Senin, 21 Maret 2022

UNDANGAN PESERTA DIKLAT DARING QUIZIZZ MN JATIM 2022

Surat Undangan untuk peserta Diklat Daring Quizizz MN Jatim tahun 2022 dapat di download di sini 

Surat Undangan Peserta Diklat Daring Quizizz MN JATIM 2022 

Rabu, 11 November 2020

Puisi Menuntun Kodratmu

Sebagai Calon Guru Penggerak Angkatan 1 Kota Malang , Saya harus mendemonstarikan secara kontekstual Modul 1.2 Tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak. Saya Memilih karya dalam bentuk puisi. Ini merupakan Puisi yang kedua yang telah saya buat. Diharapkan seorang guru dapat Menjadi Pemimpin Pembelajaran agar terwujud Profil Pelajar Pancasila.


MENUNTUN KODRATMU

Karya: Saiful Arif, M.Pd


Sejenak ku merenung dalam diam.

Ditemani dingin malam kelam.

Dalam gigil dibuai sang bayu .

Dan rintik hujan membawa pesan.

Terselip di bawah pepohonan rindang.


Anakku....

Ungkapkanlah kehendakmu.

Tunjukkan potensimu.

Nyalakan api pikiranmu.

Wujudkan jati dirimu.

Raihlah cita-citamu.


Arungilah samudra luas ini.

Jangan gundah dan gusar.

Apalagi takut hanyut atau tenggelam.

Di dirimu ada bekal, meskipun masih suram.

Ibarat permata berbalut lumpur hitam.

Atau pedang tajam berkarat kemerahan.


Anakku....

Teruslah giat belajar.

Jika kau tak cari maka kau tak dapatkan.

Jika kau tak tanya maka tak ada jawaban.

Jika kau tak melangkah maka kau akan tinggal.

Kejarlah apa yang kau inginkan.

Raihlah tiket masa depan gemilang.


Halangan dan rintangan pasti ada.

Percayalah...

Tidak ada kesulitan, yang ada hanyalah tantangan.

Kalaupun tidak suka, ubahlah saatnya aku coba.

Andaikan gagal, itu hanyalah kesuksesan yang tertunda.

Adanya perbedaan bukanlah ancaman, tapi kekayaan.

Jangan biarkan kobar apimu padam oleh badai cemburu.

Haraplah bara makin benderang oleh hembusan bayu.

Yakinlah kegelapan kan sirna oleh terbitnya mentari baru.



Anakku ....

Aku ini hanyalah petani.

Tak mungkin sebutir jagung kutumbuhkan padi.

Aku hanya bisa menyirami, menyiangi dan menyinari.

Tugasku hanya menuntun kodratmu.

Tuk raih keselamatan dan kebahagiaan hakiki.

Menuntun tumbuh dan hidupnya kekuatan diri.

Memperbaiki laku pribadimu.

Menjadi pelita tuk menerangi gelapmu.

Andai jiwamu bak api panas, biarkan ku menjadi penyiram kesejukan.

Andai jiwamu selembut salju, biarkan ku jadikan perhiasan hati.


Sukses selalu Anakku ....


Malang, November 2020

Calon Guru Penggerak Kota Malang

Salam Merdeka Belajar


*Mohon Dukungan Like, Subscribe, dan Komen*

Semoga Bermanfaat, memotivasi, dan menginspirasi.

Jangan berhenti berkarya.


Lihat Video Puisi dibacaskan

Jumat, 30 Oktober 2020

Puisi "Kerinduan Hadir Diri"

Beberapa minggu terakhir ini jagad media sosial pendidikan diramaikan oleh aktivitas guru yang tergabung dalam  calon guru penggerak angkatan 1 tahun 2020. Sebagai salah satu peserta daerah sasaran Kota Malang,  saya juga mengikuti arus hiruk pikuk kegiatan tersebut. Memang suatu keharusan mempublikasikan tugas atau karya di media sosial. Beragam media dimanfaatkan peserta diantaranya WA, telegram, facebook, twitter, instagram, youtube, blog pribadi, atau kompasiana, blognya kompas.

Bentuk media yang digunakan juga beragam. Bisa berupa puisi, video pendek, infografis, animasi, atau poster. Saya sendiri mencoba membuat puisi yang merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam bidang pendidikan. Puisi tersebut saya tulis di kompasiana.com.  Saya representasikan dalam video pendek dan saya unggah di youtube.

Mau tahu puisi saya?. Simak berikut ini.


KERINDUAN HADIR DIRI 

Puisi Refleksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD)

Karya : Saiful Arif

Guru Matematika SMP Negeri 13 Malang


Kawan …..

Tengoklah ke belakang

Bulir-bulir padi yang kau tanam

Kau tumbuhkan di sawah yang subur atau gersang?

kau sirami dengan kesejukan?

kau sinari mentari yang dirindukan?

Apakah kau siangi dari rumput liar?

Ataukah kau tebari  pupuk alam.


Coba Pikirkan … Coba renungkan ….

Kehendak bulir padi ingin tumbuh tinggi

Menyerap klorofil secara alami

Agar lahir biji berisi

Tanpa kebisingan dalam diri

Setumpuk beban setiap hari

Menempa diri menjadi kerdil atau mati

Yang ada hanya mengikuti 

Sang Penguasa bilik belum sadar diri


Apakah Kau harus diam?

Atau Kau hanya Bungkam?

Tidak  Kawan…..

Justru Kau harus bergerak 

Melepas diri dari penjajah hati yang pongah

Membelenggu sekujur tubuh dengan rajah


Kawan …..

Jadilah Among, menuntun budi

Ikhlas hati menghamba siswa siswi

Jadilah Guru digugu lan ditiru

Ing Ngarso Sung Tulodo, di depan sebagai panutan

Ing Madyo Mangun Karso, di tengah membangun kemauan

Tut Wuri Handayani, di belakang mendorong karya

Guru Penggerak …..Merdeka Belajar…..


Jangan lupa saksikan video berikut ini.

Kerinduan Hadir Diri

Mohon berkenan memberikan dukungan, like, subscribe, atau komen. 

Terima kasih. Semoga menginspirasi.




Video Tutorial Kontributor Menambakan Konten Pada Blog

Video Tutorial Kontributor Menambakan Konten Pada Blog